PASANGKAYU - Sabtu pagi (18/4/2026), Alun-Alun Kota Pasangkayu berubah menjadi lautan khidmat yang dibalut semangat kebersamaan. Ribuan aparatur sipil negara, tenaga kontrak, tokoh masyarakat, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berdiri dalam barisan rapi untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasangkayu yang ke-23.
Tema yang diusung tahun ini, "Pasangkayu Maju dan Harmoni," bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah pernyataan publik tentang arah yang hendak dicapai oleh daerah termuda di Sulawesi Barat tersebut.
Bupati H. Yaumil Ambo Djiwa bersama Wakil Bupati Dr. Hj. Herny Agus dan Sekretaris Daerah Muh. Zain Machmoed tampak serius mengikuti jalannya upacara.
Kehadiran Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, serta rombongan kepala daerah dari kabupaten tetangga seperti Mamuju, Sigi, dan Donggala menambah bobot perayaan ini.
Dalam sambutannya, Suhardi Duka tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat. Ia membawa pesan tentang bagaimana sebuah daerah harus bersyukur sekaligus tetap bekerja keras di tengah dinamika global yang kian kompleks.
.jpg)
"Kita punya tekanan fiskal baik itu melalui APBD maupun ada tekanan-tekanan dari problem global yang tentu berdampak," ujarnya mengingatkan.
Namun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang melanda berbagai wilayah, Indonesia dinilai masih mampu menjaga stabilitas harga, terutama bahan bakar dan komoditas penting.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dan tidak kehilangan semangat dalam membangun daerah. Baginya, kolaborasi antara pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen adalah kunci keberhasilan pembangunan.
Yang menarik perhatian adalah data ekonomi yang dipaparkan. Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan sebesar 5,36 persen pada tahun 2025, angka yang melampaui pertumbuhan nasional yang hanya berada di 5,1 persen.
Namun yang lebih mengejutkan adalah Kabupaten Pasangkayu sendiri. Daerah ini menunjukkan performa pertumbuhan ekonomi hingga sekitar 10 persen.
.jpg)
"Ini menunjukkan arah pembangunan ekonomi Pasangkayu sudah berada di jalur yang benar, karena selain tumbuh, juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan," jelas Gubernur Suhardi.
Di usia yang ke-23, Pasangkayu tidak hanya merayakan angka, tetapi juga membuktikan bahwa dengan sinergi dan kerja keras, sebuah daerah muda dapat melompat lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Di tengah upacara yang khidmat itu, semangat gotong royong dan kebersamaan dinyalakan kembali, menjadi bahan bakar untuk melangkah menuju Pasangkayu yang lebih maju, lebih sejahtera, dan tetap harmonis dalam keberagaman. (ADVERTORIAL)










LEAVE A REPLY